#Kriminal

Komplotan Perampok Sadis Habisi Nyawa Lansia di Marpoyan Damai, Pekanbaru

Oleh wartawan1 | Dipublikasikan pada 08 May 2026
Komplotan Perampok Sadis Habisi Nyawa Lansia di Marpoyan Damai, Pekanbaru
Aksi kriminalitas yang sangat keji mengguncang warga Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, pada Selasa (5/5/2026) malam. Seorang wanita lanjut usia berinisial N (72) ditemukan tewas mengenaskan dikediamannya setelah menjadi korban perampokan oleh komplotan bersenjata. Insiden ini mendadak viral di jagat maya setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan para pelaku melompati pagar rumah korban beredar luas, memicu kemarahan publik atas tindakan brutal yang dilakukan terhadap warga sipil yang tak berdaya.
Peristiwa berdarah ini bermula ketika komplotan yang diduga berjumlah empat orang masuk ke rumah korban dengan cara merusak jendela lantai dua saat kondisi lingkungan sedang sepi karena diguyur hujan deras. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polresta Pekanbaru, para pelaku diduga berniat menguras harta benda milik korban. Namun, aksi tersebut berubah menjadi pembunuhan sadis ketika korban terbangun dan mencoba berteriak meminta pertolongan. Tanpa belas kasihan, para pelaku melumpuhkan korban dengan senjata tajam hingga N mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.
Kejadian ini baru diketahui pada Rabu pagi saat anak korban datang untuk mengantarkan sarapan dan menemukan pintu utama dalam keadaan terbuka. Di dalam rumah, kondisi sudah berantakan; perhiasan emas seberat 50 gram serta uang tunai puluhan juta rupiah dilaporkan raib digondol pelaku. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga dari empat tersangka di tempat persembunyian mereka di wilayah perbatasan Riau-Jambi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Penangkapan yang diwarnai aksi kejar-kejaran ini pun sempat menjadi tontonan warga dan menambah riuh perbincangan di media sosial.
Kapolresta Pekanbaru dalam konferensi persnya menegaskan bahwa para pelaku merupakan residivis kasus serupa yang memang sudah diincar lama. Kepolisian saat ini masih memburu satu pelaku lainnya yang bertindak sebagai otak dari aksi perampokan tersebut. Secara faktual, kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap lansia yang motif utamanya adalah ekonomi, namun dilakukan dengan cara yang sangat ekstrem dan tidak manusiawi.
Tragedi ini menjadi alarm keras bagi warga Pekanbaru untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan, terutama bagi lansia yang tinggal sendirian. Pihak keluarga korban berharap agar para pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya, termasuk jeratan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. Kini, kediaman korban masih dipasangi garis polisi, sementara warga sekitar menggelar doa bersama sebagai bentuk duka cita mendalam atas kepergian N yang dikenal sebagai sosok dermawan di lingkungannya.
← Kembali ke Beranda